Ilustrasi
Surabaya - Dinas Perhubungan Kota Surabaya Jumat (26/7/2013 pukul 09.00 WIB
melakukan uji coba dua traffic light yang ada di kawasan Gunung Sari.
Irvan Wahyudi Drajad, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan
(Dishub) Pemerintah Kota Surabaya mengatakan trafic light, rambu dan
marka jalan mulai di fungsikan.
"Meskipun sudah difungsikan, Dishub masih akan menempatkan petugas
hingga satu minggu ke depan. Tujuannya agar bisa melakukan pantauan dan
evaluasi apakah traficlight dan rambu sudah berfungsi secara maksimal,"
kata Irvan kepada suarasurabaya.net, Jumat (26/7/2013).
Pihaknya akan menempatkan 4 hingga 6 petugas Dishub untuk melakukan pantuan selama seminggu ke depan.
Irvan menambahkan dua traffic light ini sengaja dipasang untuk membantu
mengurai kepadatan di kawasan Jalan Gunung Sari. Dua persimpangan yang
ada yaitu di sisi timur tepatnya di depan Hotel Singgasana, dan
persimpangan di sisi barat atau di Bumi Marinir, selama ini hanya
mengandalkan supeltas untuk melakukan pengaturan.
Pantauan suarasurabaya.net Jumat siang, dua traffic light yang
dipasang di dua persimpangan itu, untuk traffic light sisi timur atau
depan Hotel Singgasana akan digunakan untuk arah masuk ke kawasan
Singgasana atau ke kawasan Bumi Marinir. Sedangkan untuk traffic light
yang sisi barat, digunakan untuk arah ke luar dari kawasan Bumi Marinir.
Petugas Dishub Surabaya masih mengatur arus lalu lintas sekaligus
sosialisasi, mengingat baru di operasikan pukul 09.00 WIB pagi.
Meskipun terbilang baru dioperasikan, masyarakat nampaknya langsung bisa
menyesuaikan. Hal ini terlihat dari tidak adanya yang melanggar trafic
light maupun rambu lalu lintas.
Sumber : suarasurabaya.net
Tampilkan postingan dengan label Transportasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Transportasi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 26 Juli 2013
Kamis, 25 Juli 2013
Flyover Peterongan Bisa Dilalui Pemudik
Jombang - Sambut lebaran, mulai Minggu (28/7/2013) mendatang, fly over Peterongan
secara resmi akan dibuka dan bisa digunakan semua kendaraan. Pembukaan
dilakukan setelah Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga memastikan pengerjaan
proyek sebesar Rp 98 miliar itu telah rampung.
"Saat ini tinggal nyambung aspal, tanggal 28 besok sudah bisa dibuka itu," kata Dahlan, Kepala Dinas PU Binar Marga, pada suarasurabaya.net, Kamis (25/7/2013).
Dengan selesainya pembangunan fly over Peterongan, kemacetan yang sering terjadi akibat perlintasan kereta api di daerah itu bisa terurai.
Sekadar diketahui, selama ini perlintasan kereta api di Peterongan Jombang menjadi salah satu titik rawan kemacetan. Bahkan di waktu-waktu tertentu, kemacetan akibat perlintasan kereta api di daerah itu bisa mencapai beberapa kilometer.
Fly over sepanjang 625 meter dan lebar 16,5 meter adalah solusi dari pemerintah pusat. Pembangunan fly over ini dilakukan dengan anggaran APBN 2012 sebesar Rp 98 miliar
Sumber : suarasurabaya.net
"Saat ini tinggal nyambung aspal, tanggal 28 besok sudah bisa dibuka itu," kata Dahlan, Kepala Dinas PU Binar Marga, pada suarasurabaya.net, Kamis (25/7/2013).
Dengan selesainya pembangunan fly over Peterongan, kemacetan yang sering terjadi akibat perlintasan kereta api di daerah itu bisa terurai.
Sekadar diketahui, selama ini perlintasan kereta api di Peterongan Jombang menjadi salah satu titik rawan kemacetan. Bahkan di waktu-waktu tertentu, kemacetan akibat perlintasan kereta api di daerah itu bisa mencapai beberapa kilometer.
Fly over sepanjang 625 meter dan lebar 16,5 meter adalah solusi dari pemerintah pusat. Pembangunan fly over ini dilakukan dengan anggaran APBN 2012 sebesar Rp 98 miliar
Sumber : suarasurabaya.net
Rabu, 24 Juli 2013
Warga Kepulauan Geruduk DPRD, Tuntut Tambahan Kapal
Warga yang ingin masuk ke dalam kapal
Sumenep - Warga Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Kamis (25/07/13) menggeruduk kantor DPRD setempat. Mereka menuntut agar wakil rakyat ikut memperjuangkan penambahan armada ke kepulauan, terutama menjelang Lebaran.
Juru bicara warga, Surahrawi, menjelaskan, armada kapal ke wilayah kepulauan tidak memadai. Padahal jumlah penumpang menjelang Lebaran selalu membludak. Karena itu, pihaknya berharap agar DPRD sebagai waki rakyat ikut memperjuangkan keinginan masyarakat kepulauan.
"Kalau armadanya tetap seperti ini, akan banyak penumpang yang tidak terangkut. Karena memang kapal yang ada ini tidak memadai. Wakil rakyat harusnya tidak diam. Seharusnya ikut memperjuangkan nasib rakyat kepulauan," ujarnya.
Ia memaparkan, penambahan armada kapal ke wilayah kepulauan mutlak diperlukan, agar tidak terjadi problem berulang setiap bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran. "Setiap tahun selalu terjadi penumpukan barang dan sembako yang tidak terangkut. Saya kira pemerintah tidak akan rugi kalau menambah armada, karena penumpang ramai, distribusi barang lancar, sehingga sirkulasi ekonomi kepulauan juga akan lancar," ungkapnya.
Surahrawi mengatakan, kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) I yang selama ini dioperasikan dianggap tidak layak kondisinya. "Kapal sering mengalami kerusakan. Sekarang tidak berangkat alasannya cuaca buruk. Tapi kenyataannya warga pulau yang pakai perahu tidak apa-apa. Jangan-jangan memang kondisi kapalnya yang masih mengalami kerusakan," tudingnya.
Sementara itu, Manajer Operasional PT Sumekar, Bambang Supriyo mengatakan, kapal DBS terpaksa menunda keberangkatan karena cuaca buruk, bukan karena kerusakan kapal. "Ini kan sudah jelas ada imbauan dari BMKG untuk mewaspadai pelayaran karena cuaca ekstrem. Kalau kami memaksakan diri berlayar, justru akan membahayakan keselamatan penumpang," tukasnya.
Bambang mengaku pihaknya nyaris tidak mungkin menambah frekuensi pelayaran untuk melayani membeludaknya penumpang menjelang Lebaran, mengingat hampir setiap hari ada jadwal kapal ke Kepulauan. "Yang melayani pelayaran ke Pulau Kangean itu kan selain DBS, juga ada Kapal cepat dan kapal perintis. Jadi, Insya Allah masih mampu meayani lonjakan penumpang. Kami juga sudah siap memaksimalkan pelayanan saat arus mudik dan balik nanti," ucapnya.
Kapal DBS milik PT Sumekar, salah satu BUMD Sumenep, berlayar ke Pulau Kangean setiap hari Selasa, Jumat, dan Minggu. Sedangkan Kapal Express Bahari 3C milik PT Sakti Inti Makmur melayani pelayaran ke Pulau Kangean pada hari Senin, Kamis, dan Sabtu. Jadwal pelayaran tersebut masih ditambah dengan pelayaran dua kapal perintis.
Sumber : beritajatim.com
Sumenep - Warga Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Kamis (25/07/13) menggeruduk kantor DPRD setempat. Mereka menuntut agar wakil rakyat ikut memperjuangkan penambahan armada ke kepulauan, terutama menjelang Lebaran.
Juru bicara warga, Surahrawi, menjelaskan, armada kapal ke wilayah kepulauan tidak memadai. Padahal jumlah penumpang menjelang Lebaran selalu membludak. Karena itu, pihaknya berharap agar DPRD sebagai waki rakyat ikut memperjuangkan keinginan masyarakat kepulauan.
"Kalau armadanya tetap seperti ini, akan banyak penumpang yang tidak terangkut. Karena memang kapal yang ada ini tidak memadai. Wakil rakyat harusnya tidak diam. Seharusnya ikut memperjuangkan nasib rakyat kepulauan," ujarnya.
Ia memaparkan, penambahan armada kapal ke wilayah kepulauan mutlak diperlukan, agar tidak terjadi problem berulang setiap bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran. "Setiap tahun selalu terjadi penumpukan barang dan sembako yang tidak terangkut. Saya kira pemerintah tidak akan rugi kalau menambah armada, karena penumpang ramai, distribusi barang lancar, sehingga sirkulasi ekonomi kepulauan juga akan lancar," ungkapnya.
Surahrawi mengatakan, kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) I yang selama ini dioperasikan dianggap tidak layak kondisinya. "Kapal sering mengalami kerusakan. Sekarang tidak berangkat alasannya cuaca buruk. Tapi kenyataannya warga pulau yang pakai perahu tidak apa-apa. Jangan-jangan memang kondisi kapalnya yang masih mengalami kerusakan," tudingnya.
Sementara itu, Manajer Operasional PT Sumekar, Bambang Supriyo mengatakan, kapal DBS terpaksa menunda keberangkatan karena cuaca buruk, bukan karena kerusakan kapal. "Ini kan sudah jelas ada imbauan dari BMKG untuk mewaspadai pelayaran karena cuaca ekstrem. Kalau kami memaksakan diri berlayar, justru akan membahayakan keselamatan penumpang," tukasnya.
Bambang mengaku pihaknya nyaris tidak mungkin menambah frekuensi pelayaran untuk melayani membeludaknya penumpang menjelang Lebaran, mengingat hampir setiap hari ada jadwal kapal ke Kepulauan. "Yang melayani pelayaran ke Pulau Kangean itu kan selain DBS, juga ada Kapal cepat dan kapal perintis. Jadi, Insya Allah masih mampu meayani lonjakan penumpang. Kami juga sudah siap memaksimalkan pelayanan saat arus mudik dan balik nanti," ucapnya.
Kapal DBS milik PT Sumekar, salah satu BUMD Sumenep, berlayar ke Pulau Kangean setiap hari Selasa, Jumat, dan Minggu. Sedangkan Kapal Express Bahari 3C milik PT Sakti Inti Makmur melayani pelayaran ke Pulau Kangean pada hari Senin, Kamis, dan Sabtu. Jadwal pelayaran tersebut masih ditambah dengan pelayaran dua kapal perintis.
Sumber : beritajatim.com
Langganan:
Postingan (Atom)

